by Ferly Junandar a.k.a. MC Peye

Ada pertanyaan klasik yang tidak bosan-bosannya orang bertanya kepada saya, untuk bisa titip ditanyakan ke Ade Rai (yang sepertinya Ade sudah ‘cukup bosan’ dengan pertanyaan ini..), tetapi, teuteeeuuup, terkadang di beberapa acara saya senantiasa (wah bahasanya mewah : “senantiasa“) menanyakan hal ini kepada Ade di depan audience (I challenge you to FIND OUT this question in DVD Rai Nutrition!) Anda tahu pertanyaan apa? Yup! “Berapa banyak telur yang dikonsumsi oleh seorang Ade Rai setiap harinya?”

Esensi pertanyaan ini bisa berkembang lebar & ‘banyak’, seperti kabar ketika seseorang mulai bergabung di sebuah gym yang ‘gaul’,yang sepertinya kabar itentang dia ini bisa berkembang hingga ke relasi dan bahkan ke tukang sayur langganannya sekalipun! Sepertinya bergabung di sebuah klab kebugaran adalah sebuah kabar gembira yang patut disyukuri & disebarluaskan

Lah.. So What?

Memang nggak ‘what-what’ kok! (maksudnya ‘nggak apa-apa’). Bergabung di sebuah klab kebugaran memang sebuah langkah besar untuk beberapa orang. Bertemu dengan orang baru, kecengan baru, gebetan baru, suasana baru hingga yang terpenting adalah Jalur Hidup yang baru! Jalur Kebugaran! Guys.. Welcome to the Fitness Toll Highway …!

Lah .. So What?

Kali ini justru harus ada jawaban terhadap ‘what’ yang satu ini.. yaitu jawaban terhadap ‘jalur kebugaran itu apa sih, kak?’. Saya memang bukan pakar kebugaran seperti dr, Leila ataupun om Dany K, namun saya yang awam ini sepertinya punya pengertian sendiri terhadap terminologi ‘Bugar’ ini (ini berdasarkan pengalaman saya pribadi saja).

Kondisi fisik manusia bisa digolongkan ke dalam beberapa kondisi :

Sakit
keadaan dimana salah satu atau beberapa dari anggota tubuh (bisa mulai dari sel yang terserang virus hingga anggota tubuh paling besar, otot Tricep yang kram misalnya untuk beberapa orang .. “Tricep”? ehm.. ehm!) mengalami gangguan fungsional. Biasanya efek terhadap kita adalah “Sedikit” terganggunya aktifitas hingga ke level “Sangat” terganggu.. (amit-amit deh jangan sampai…)

Sehat
keadaan dimana kita bisa melakukan aktifitas sehari-hari dengan wajar tanpa gangguan apapun karena anggota tubuh kita tidak terganggu apapun secara medis, kita bisa bekerja, berpacaran bahkan hingga berolahraga berlari kecil menjauh kala candle light dinner bertemu dengan saudara isteri kita (maklum dinnernya bukan dengan isteri), namun semua itu dikerjakan dengan kategori energi tenaga yang pas saja! Kita bisa merasakan hal ini KETIKA MELAKUKAN aktifitas (dimana kita melakukan dengan emosi & energi standar saja) & KETIKA HARI BERAKHIR (kita merasakan rasa lelah yang amat sangat, namun ketika bangun dipagi hari, kita seakan siap untuk melakukan aktifitas di hari berikut.. termasuk ehm.. Candle Light Dinner). Keadaan “Sehat” ini berada di peringkat yang lebih baik di atas “Sakit” (nenek-nenek juga tau ya heheh)

Bugar
keadaan dimana kita bisa melakukan aktifitas sehari-hari dengan wajar tanpa gangguan apapun (saya “copy-paste” dari point 2) … DAAAN DENGAN NILAI TAMBAHNYA kita melakukannya dengan emosi & mood yang positif, konsentrasi yang tinggi serta at the end of the day kita akan merasa bahwa ‘what a short day we have..” . Seakan kita punya energi cadangan untuk melakukan aktifitas lainnya.

Well, semua itu hanya pendapat & apa yang pernah saya rasakan. Yang pasti, “Selamat” bagi anda yang sudah melaju di jalur Kebugaran, dan semoga anda sudah bisa melewati hambatan-hambatan yang menghadang, mulai dari kebiasaan mengkonsumsi makanan lemak tinggi, merokok, hingga dugem berhari-hari. Bagi anda yang masih ‘terjebak’ di hambatan tersebut silahkan tengok pandangan anda ke arah kiri atas dimana terpampang “NO PAIN NO GAIN” (pepatah klasik yang sepertinya berlaku di segala bidang). Itulah saat anda memacu hidup anda lebih giat lagi untuk bergaya hidup bugar & hidup lebih bahagia lagi.

Ada yang terlewat?

Apaaa? Oooh… “Pertanyaan kepada Ade Rai tentang berapa banyak dia mengkonsumsi telur”? Silahkan anda tanyakan saja sendiri kepada beliau jika bertemu muka & I wish you can make the big guy happy! BTW ssst… ada yang tahu nggak tempat Candle Light Dinner yang ‘aman’?

Keep pumping!

Tulis sebuah Komentar

*
*